Turi-25/10 blitar kota, Jumat-22/10 Kelompok Batik Kembang Turi Kelurahan Turi Kecamatan Sukorejo Kota Blitar melaksanakan pelatihan dari PIGIJO tentang Pengembangan dan Penguatan Personal Branding, Story Development, Tour Builder, Financial Literacy Batik Kembang Turi. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari pelaksanaan Program Matching Fund dari Kementerian Pendidikan melalui Kedaireka Universitas Balitar Blitar untuk menjadikan Batik Kembang Turi lebih berkembang.
Kelompok Batik Kembang Turi yang berdiri sejak tahun 2013 yang memiliki sekitar 30 orang pengrajin batik adalah salah satu wujud keberhasilan dari Program Pelatihan yang diadakan oleh Kelurahan Turi melalui Program Keberdayaan Sosial dan Ekonomi Masyarakat. Batik Kembang Turi memiliki ciri khas tersendiri pada motifnya, yaitu terdapat motif Kembang Turi disetiap batik yang diproduksinya. Hal tersebut tidak hanya menjadi identitas tersendiri namun juga menjadi karakter lokal hasil kreatifitas Kelompok Batik Kembang Turi.
Menurut Parianto (Ketua Kelompok Batik Kembang Turi), motif batik Kembang Turi memiliki filosofi tersendiri, yaitu sesuai makna harfiahnya diberi nama Batik Kembang Turi karena sesuai dengan domisili Galeri Batik yang berada di jalan Turi serta menyesuaikan nama kelurahannya yaitu Kelurahan Turi. Makna motif sesuai dengan filosofis BATIK KEMBANG TURI adalah karena kembang turi baik dimakan sebagi lalapan (sayuran pelengkap) oleh seorang ibu menyusui untuk menambah produksi ASI. Rasa kembang turi sendiri adalah gurih dan manis, sehingga digemari sebagai sayuran nasi pecel. Dari hal tersebut, diharapkan Batik Kembang Turi juga digemari oleh masyarakat sebagaimana kembang turi yang digemari untuk sayur nasi pecel dan juga diharapkan batik kembang turi mampu menambah pendapatan warga Kelurahan Turi sebagaimana kembang turi yang jika dimakan oleh seorang ibu menyusui dapat menambah ASI.
“Makna motif batik kembang turi memiliki filosofi tersendiri, secara harfiah adalah sesuai nama jalan dimana Galeri berada dan sesuai dengan nama kelurahan kami, Kelurahan Turi” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Ketua Tim Riset Matching Fund Kedaireka Unisba Blitar Dr. Rumanintya Lisaria Putri SE, MM. menyampaikan untuk mengembangkan Batik Kembang Turi ada beberapa hal yang harus diperbaiki yaitu dari segi SDM perlu pengembangan keterampilan teknis membatik yang lebih modern, managemen pariwisata dan pemasaran dan pelatihan aplikasi operasional. Dari segi teknologi Kelompok Batik Kembang Turi memerlukan perangkat cetak batik yang modern, perangkat teknologi penunjang dan aplikasi khusus untuk pembukuan dan pemasaran berbasis teknologi informasi sehingga kualitas produk meningkat disertai dengan pemasaran yang mampu menembus pasar ekspor.
Disisi lain, Aris Sunandes SE, MM. (Tim Riset Unisba) menyatakan Batik Kembang Turi dinilai sebagai produk UMKM Kota Blitar yang memiliki karakter lokal yang kuat. Terbukti dari motif – motif batik yang dihasilkan selalu memuat identitasnya berupa motif kembang turi. Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai dosen Fakultas ekonomi tersebut menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya menjalankan program tersebut namun juga akan memberikan pendampingan dan pengurusan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) dari motif batik yang diciptakan oleh Kelompok Batik Kembang Turi sehingga dapat dijadikan jaminan atas keaslian produk dan memberikan rasa nyaman kepada pengrajin karena produknya tidak ditiru oleh pihak lain.
“Batik kembang turi adalah batik yang memiliki karakter lokal, tidak berhenti di pelaksanaan program ini saja kami sedang berusaha menguruskan HaKI dari motif batik kembang turi” pungkasnya.
Berita Populer
by Administrator | 25 Oct 2021
by Administrator | 17 Feb 2020
by Administrator | 18 Mar 2020
by Administrator | 27 Nov 2020
by Administrator | 02 Sep 2020
by Administrator | 17 Feb 2020